ALoooo Semua........

WELCOME TO MY BLOGGER^_^ ""... !

Friday, September 04, 2009

Tips Agar Bisa Shalat Shubuh Berjamaah

Tips Agar Bisa Shalat Shubuh Berjamaah


Shalat shubuh merupakan salah satu shalat yang paling banyak dilalaikan oleh sebagian besar kaum muslimin. Salah satu alasan yang paling banyak dikemukakan adalah terlambat bangun shubuh. Untuk menanggulanginya, masalah tersebut harus didekati dari dua macam aspek yaitu aspek ilmiah atau teoritis dan aspek amaliah atau praktis.

I. Aspek Ilmiah

1. Seorang muslim harus mengetahui betapa agung kedudukan shalat shubuh disisi Allah Ta'ala berdasarkan sabda Rasulullah:
"Barangsiapa yang menjalankan shalat Shubuh dengan berjamaah, maka seakan-akan ia telah melakukan shalat semalam suntuk." (Muslim)

"Barangsiapa yang rajin menunaikan shalat shubuh dan Ashar maka ia masuk surga." (Bukhari)

2. Seorang muslim harus mengetahui resiko atau kerugian akibat terlambat menunaikan shalat shubuh berdasarkan sabda Rasulullah:
"Barangsiapa yang menunaikan shalat Shubuh maka ia ada dalam jaminan Allah, karena itu janganlah sampai Allah menuntut kembali sedikitpun dari jaminan-Nya itu kepadamu. Kalau sampai Allah menuntut jaminan-Nya tersebut, hal itu bisa terlaksana dengan mudah kemudian Allah akan menamparkannya ke mukanya di neraka Jahannam." (Muslim)

"Bagi orang-orang munafik, shalat yang paling berat ialah shalat isya dan shalat shubuh. Padahal seandainya mereka tahu pahala kedua shalat tersebut, mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak." (Ahmad)

Kedua hal di atas seharusnya cukup menggugah semangat dalam hati seorang muslim untuk tidak sampai menyia-nyiakan shalat shubuh. Yang pertama mendorongnya untuk segera mendapatkan pahala shalat shubuh. Dan yang kedua merupakan nasihat sekaligus peringatan agar ia tidak menjerumuskan dirinya dalam dosa karena meremehkan shalat shubuh.

II. Aspek Amaliah

1. Tidurlah sedini Mungkin

Disebutkan dalam sebuah hadits shahih, bahwa sesungguhnya Rasulullah tidak suka tidur sebelum menjalankan shalat Isya dan bercakap-cakap sesudahnya. Untuk meneladani beliau, sebaiknya seorang muslim jangan dahulu tidur sebelum menunaikan shalat Isya dan juga jangan bercakap-cakap setelah shalat Isya karena menurut para ulama alasan larangan tersebut adalah karena bercakap-cakap sesudah melakukan shalat Isya itu dapat membuat susah tidur sehingga tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat qiyamul lail atau shalat shubuh pada waktunya. Tetapi menurut para ulama ahli fiqih, bercakap-cakap yang dilarang setelah shalat isya adalah bercakap-cakap yang tidak baik dan tidak ada manfaatnya. Artinya kalau percakapan itu bersifat baik dan ada manfaatnya maka hukumnya boleh seperti mempelajari ilmu, percakapan dengan isteri atau anak-anak untuk menyenangkan mereka, dan lain sebagainya.
Sesungguhnya kebutuhan manusia terhadap tidur itu bersifat relatif. Demikian pula kadar yang mencukupi mereka. Jadi tidak mungkin ada pembatasan berapa jam mereka harus tidur. Tetapi setiap orang harus punya waktu yang cukup untuk tidur agar setelah itu ia bisa bangun untuk menunaikan shalat shubuh dengan penuh gairah dan semangat.

2. Tidur Dalam Keadaan Suci

Sebelum tidur hendaknya tetap dalam keadaan suci dari hadast kecil maupun hadast besar dan membaca bacaan-bacaan dzikir.

3. Niat dan Hasrat Yang Kuat

Menjelang tidur, hendaknya sudah harus punya niat dan hasrat yang kuat akan bangun untuk menunaikan shalat Shubuh tepat pada waktunya.

4. Langsung Ingat Kepada Allah

Begitu bangun tidur, langsung ingatlah kepada Allah. Banyak orang yang bisa bangun pagi-pagi sekali untuk menunaikan shalat shubuh pada waktunya, tetapi kemudian mereka tertidur kembali. Hal itu disebabkan karena begitu bangun pikiran mereka tidak langsung mengingat Allah, melainkan bengong atau memikirkan selain-Nya.

5. Meminta Bantuan Saran atau Nasihat kepada Orang Lain

Mintalah kepada orang lain yang sekiranya dipandang dapat memecahkan kesulitan atau menghentikan kebiasaan selalu terlambat bangun. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa." (Al-Maidah:2).
Misalnya berpesan kepada istri agar ia membangunkan anda untuk menunaikan shalat Shubuh, bahkan kalau perlu anda boleh menyuruhnya dengan tegas.

6. Berdoa kepada Allah

Mintalah kepada Allah agar dia berkenan membangunkannya untuk bisa menjalankan shalat shubuh berjamaah. Karena sesungguhnya doa itu merupakan faktor kesuksesan terbesar dalam mewujudkan segala sesuatu.

7. Menggunakan Alat bantu

Salah satunya menggunakan beker atau jam meja yang bisa diletakkan di tempat yang pas.

8. Memercikkan air pada WAjah

Memercikkan air ke wajah merupakan salah satu cara untuk membangunkan yang dianjurkan oleh agama seperti dalam sebuah hadist riwayat Ahmad bahwa Rasulullah memuji suami atau istri yang bangun malam untuk menunaikan shalat, lalu ia juga membangunkan pasangannya kemudian apabila ia tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya.

9. Jangan Tidur Sendirian

Rasulullah melarang seseorang tidur sendirian. Mungkin alasannya adalah karena dikhawatirkan ia akan tidur terus tanpa ada orang lain yang akan membangunkannya untuk menjalankan shalat.

10. Jangan tidur di tempat Yang tidak Lazim

Misalnya tidur di loteng rumah tanpa memberitahu anggota keluarga yang lain bahwa anda tidur di tempat tersebut. Kalau terpaksa harus tidur di tempat-tempat yang tidak lazim tersebut, sebaiknya memberitahukan terlebih dahulu kepada yang lain supaya mereka bisa membangunkan untuk menjalankan shalat shubuh secara berjamaa dengan mereka.

11. Bersemangat ketika bangun

Begitu anda membuka mata sebaiknya langsung turun dari tempat tidur dan jangan bermalas-malasan terlebih dahulu seperti biasa dilakukan oleh kebanyakan orang sekarang ini.

12. Jangan memprogram beker Jauh lebih cepat

Misalnya waktu shubuh adalah pukul 4, maka jangan memprogram beker berdering pada pukul 3.30. Karena jika bangun pada pukul 3.30 dan melihat masih ada waktu setengah jam lagi maka bisa dimungkinkan tertidur kembali. Jadi, anda harus pandai-pandai mengatur waktu.

13. Nyalakan Lampu Ketika Bangun Tidur

Suasana terang akan sangat berpengaruh sekali dalam mengusir rasa kantuk.

14. Jangan Begadang terlalu Malam

Jangan begadang terlalu malam sekalipun itu untuk menunaikan shalat qiyamul lail yang hukumnya sunnah. Ada sementara orang yang bersemangat menjalankan shalat qiyamul lain tetapi saynagnya, menjelang waktu shubuh ia malah tidur. Akibatnya ia tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat Shubuh berjamaah. Tentu saja, ini sesuatu yang ironis. Sebab, bagaimanapun shalat fardhu itu tidak bisa dikalahkan oleh ibadah-ibadah sunnah seperti qiyamul lail.

15. Jangan Banyak Makan sebelum Tidur

Sesungguhnya perut kenyang itu akan membuat pulas tidur sehingga malas bangun.

16. Jangan Salah Meniru Sunnah

Rasulullah Bersabda,
"Apabila salah seorang kalian selesai shalat, hendaklah ia tiduran miring pada sebelah kanannya." (At-Tirmidzi)
Yang dimaksudkan dengan hadist di atas, bahwa Nabi biasa setelah selesai menunaikan shalat fajar, beliau tiduran miring untuk menunggu shalat shubuh dimulai. Banyak orang mendengar riwayat di atas, lalu ingin meniru sunnah tersebut. Tetapi sayangnya mereka salah dalam mempraktekannya. Ketika selesai melaksanakan shalat fajar, mereka tiduran miring ke sebelah kanan, kemudian tidur beneran sampai pulas hingga matahari terbit. Ini terjadi karena minimnya pengertian terhadap nash-nash hadist. Yang dimaksud tiduran miring bukan untuk tidur beneran sampai pulas.

17. Tunaikan shalat Qiyamul lail pada ujung malam menjelang Fajar

Sehingga begitu selesai melakukan shalat witir, terdengarlah seruan adzan shubuh. Dengan demikian kedua jenis ibadah tersebut berlanjut.

18 Mengikuti petunjuk Nabi dalam Tidur

Yaitu tidur dalam posisi menghadap ke sebelah kanan, pipi sebelah kanan diletakkan pada telapak tangan sebelah kanan. Cara ini memudahkan untuk bangun.

19. Tidur pada Siang Hari Walaupun Sebentar

Karena hal itu akan dapat membantu tidur nyenyak, stabil, dan berimbang pada malam hari.

20 Jangan Tidur pada Waktu-waktu Tertentu

Yaitu setelah Ashar dan setelah Maghrib, karena hal itu bisa menyebabkan susah tidur pada malam harinya.

21. Ikhlas Mengharap Keridhaan Allah semata

Ikhlas adalah faktor terbaik yang mendorong untuk bisa bangun dalam rangka melaksanakan shalat shubuh berjamaah. Bahkan Ikhlas adalah faktor terpenting bagi semua kiat-kiat di atas.

0 comments:

Mp3 Murt'aL